image

Peralatan Pendakian Gunung


Peralatan yang di gunakan pendakian gunung berupa peralatan dasar, peralatan kelompok/regu, peralatan khusus, dan peralatan tambahan.

Peralatan dasar atau individu :

A.  Ransel /carier
Di gunakan untuk membawa semua peralatan yang di butuhkan dalam pendakian. Ransel yang di butuhkan adalah yang sangat kuat, terbuat dari bahan anti air dan nyaman walaupun banyak beban yang dibawa.




B. Sepatu Gunung
Sepatu yang di gunakan harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a.  Terbuat dari bahan yang kuat dan pemakai tidak tersakiti.
b.  Melindungi kaki sampai mata kaki untuk mencegah bahaya terkilir.
c.  Nyaman dipakai.
d.  Bentuk sol dapat menggigit kesegalah arah agar pemakai tidak mudah tergelincir.

C. Pakaian Gunung
Terdiri atas baju gunung dan celana gunung.
1. Baju Gunung, terbuat dari bahan yang nyaman dipakai, menyerap keringat, dan mudah kering tapi cukup kuat.
2. Celana Gunung, terbuat dari bahan katun yang lembut dan kuat, memberi ruang gerak yang leluasa, mempunyai saku yang cukup dan dapat menyerap keringat, mudah kering.

D. Topi lapangan
Menurut jenisnya dibagi:
-  Topi rimba : melindungi dari sengatan matahari dan binatang diatas.
-  BAIACIAVA : menjaga agar kepala tetap hangat.

E. Peralatan navigasi : kompas, peta dan lainnya.
F. Sarung tangan
G. Flash light(senter)
Senter yang baik terbuat dari plastic dengan BIOAM dan batrei cadangan.

H. Botol air
berguna sebagai tempat menyimpan air.

I.  Tenda
digunakan sebagai tempat beristirahat.

J. Peralatan masak
-  Rantang Masak outdoor(misting), Berfungsi sebagai alat memasak.
-  Kompor Lapangan
Ada beberapa jenis kompor lapangan, seperti kompor paraffin, kompor gas, kompor spirtus, dll.
-   Sendok, piring, gelas, dll.



K. Pisau
digunakan untuk membuat api unggun dan untuk memasak
Jenis-jenis pisau dalam pendakian :
1. Pisau tebas
2. Pisau pinggang
3. Pisau serbaguna (victorinox)

L. Korek Api
 berguna untuk menyalakan api unggun dan api untuk memasak.

M. Perlengkapan tidur :
-  Sleping bag (kantung tidur) dan jaket
-  Matras, merupakan salah satu peralatan yang digunakan untuk tidur.

N. Jas hujan/ponco
Fungsi : – melindungi tubuh dan carier dari hujan, untuk bivoak dan alas tidur.

O. Kotak P3K 
jangan hanya bawa kotaknya, yang penting itu isinya.




Perlengkapan regu/kelompok :

Perlengkapan regu biasanya adalah carier, tenda, dan alat-alat masak.

Perlengkapan tambahan (survival kit) :
-  Peralatan jahit
-  Lip glose dan obat-obatan pribadi
-  Alat dokumentasi
-  Tembakau sebagai penawar lintah ,dll.
   
Peralatan khusus dalam pendakian gunung :
a. Tali kernmantel
b. Figure of eight
c. Sling
d. Prusik
e. Bolt
f. Webbing
g. Harness
h. Alat khusus lainnya yang dibutuhkan sesuai dengan level pendakian.



berbagai sumber.

Cara mendaki Gunung yang Baik (Hiking Safety)


Salah satu resiko karena kesalahan kecil saat mendaki Gunung.
foto : skalanews/
Keselamatan pendaki sangat diutamakan, sebab apapun alasannya Gunung bukanlah tempat yang bisa didaki hanya dengan modal semangat saja. Tidak sedikit pendaki yang mengalami kecelakaan, bahkan kehilangan nyawa. Hal itu disebabkan oleh faktor alam maupun faktor kesalahan manusia. Oleh karena itu setiap pendaki dianjurkan utuk berhati-hati saat melakukan pendakian, dan tetap mengutamakan faktor keselamatan.

Pada intinya semua kembali pada kesiapan si pendaki itu sendiri, baik kesiapan fisik dan mental serta persiapan perlengkapan penunjang pendakian. Agar semua bisa kembali membawa pesan alam dengan senyuman.

Beberapa faktor kesalahan manusia adalah:

a. Minimnya pengetahuan tentang medan yang akan dilalui.
b. Membuka  jalur baru tanpa pengetahuan navigasi dan cara bertahan hidup yang memadai
c. Tersesat di hutan karena kekurangan makanan dan air
d. Terjadinya gap dan perbedaan pendapat dalam kelompok pendaki
e. Kecerobohan leader dalam menentukan jalur yang akan dilalui.

Faktor alam yang menyebabkan pendaki mengalami kecelakaan adalah:

a. Suhu yang tiba-tiba turun drastic yang disebabkan oleh perbedaan suhu di sekitar gunung menyebabkan turunnya daya tahan pendaki
b. Badai gunung
c. Binatang buas
d. Kebakaran hutan
e. Longsornya tebing gunung
f.  Gas beracun.

Untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan pada saat mendaki gunung, pendaki harus memperhatikan hal-hal berikut:

a. Jumlah orang yang akan mendaki minimal tiga orang
b. Membawa peralatan yang lengkap, terutama peralatan pribadi, misalnya jaket , sarung tangan, tutup kepala, sepatu, dan jas hujan.
c. Menjaga kekompakan tim sebagai hal vital dalam perjalanan agar tercipta suasana saling membantu dan menghargai sehingga perjalanan akan semakin cepat dan baik.
d. Mempunyai leader yang berpengalaman baik secara mental maupun pengetahuan
e. Membawa logistic dan air yang cukup , minimal untuk diri sendiri
f.  Menjaga kondisi tubuh agar tetap fit.

Jangan Andalkan Mi Instan Saat Naik Gunung


Tiap pendaki gunung dianjurkan untuk membawa banyak makanan selama perjalanan. Tujuannya untuk mengantisipasi kemungkinan waktu pendakian yang molor karena cuaca atau tersesat.

Perjalanan yang mendaki dan medan sulit tentu membutuhkan banyak tenaga. Karenanya, para pendaki harus menyiapkan panganan yang sarat karbohidrat, protein, gula, dan vitamin. "Harus diingat, jangan pernah menjadikan mi instan sebagai makanan pokok selama pendakian," tulis Harley Bayu Sastha dalam buku Mountain Climbing for Everybody.

Menurut Harley, mi instan memang praktis sebagai asupan kala berkemah. Peserta kemping selama 1-2 hari bisa menahan lapar dengan mi instan. Tapi, panganan ini bukan menu yang tepat bila dibawa dalam pendakian yang membutuhkan waktu hingga berhari-hari. "Sebab mi instan dapat menarik cairan tubuh dengan sangat cepat," kata dr. Cico, seperti yang dikutip dalam buku Harley.

Sejak 1990, dr. Cico menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Bidang Forensik, Universitas Kristen Indonesia, Jakarta. Dikenal sebagai dokter gunung, Cico menjelaskan bahwa kekurangan cairan bisa membuat pendaki merasa cepat lelah.

"Akibatnya mereka kehilangan cara berpikir hingga sering salah mengambil keputusan. Karenanya pendaki harus mengirit cairan dalam tubuh," kata Cico. 

Atas pertimbangan itu, para pendaki disarankan untuk tidak mengandalkan mi instan. Makanan kemasan ini hanya boleh disantap sebagai selingan saja. Misalnya dimakan dua hari sekali, atau kala menemukan lokasi istirahat yang banyak sumber airnya. "Untuk pendakian, sebaiknya mengantongi cokelat, biskuit, roti, atau havermouth," ujarnya. 

Sindrom negatifnya: 
- Kembung
- Dehidrasi
- Kurang gizi



Sumber : (tempo/26/2/13)

Menjajal Tebing Cadas dan Jeram Toraja

Tari Pa'Randing
Toraja tersohor lantaran budaya khasnya, sebut saja rambu tuka’, rambu solo’, dan desa wisata dengan tongkonan-nya. Padahal, obyek alamnya pun menarik untuk dijelajahi. Ada deretan tebing batu cadas yang menantang dipanjat, jeram-jeram sungai yang seru diarungi, dan obyek petualangan lain yang bisa memacu adrenalin Anda.

Toraja, Sulawesi Selatan berada di dataran tinggi. Banyak perbukitan bertebing cadas yang bisa digunakan untuk memacu adrenalin dengan memanjat hingga puncaknya. Coba saja Anda panjati tebing di Gunung Tinoring, 8 Km dari Kota Makale atau 26 Km dari Rantepao, pasti dijamin mengasyikkan.

Tebing Sarira.
Lokasi panjat lainnya ada di Tebing Sarera, tingginya sekitar 125 meter. Berada di Desa Bua, Toraja. Dan tak jauh dari Toraja, ada Tebing Bambapuang yang sudah lebih dulu tersohor di kalangan pemanjat tebing. Lokasi tebing lomestonesetinggi 350 meter ini berada di Dusun Kotu, Desa Bambapuang, Kecamatan Anggereje, Kabupaten Enrekang, Selatan Toraja. Lokasi tebing Bambapuang bersebelahan dengan Gunung Nona dan Sungai Saddang.

Kalau Anda mau berarung jeram (rafting), ada dua salu (sungai) yang memiliki jeram-jeram yang selalu bergemuruh, yakni Salu Mai'ting di Desa Dende'-Piongan, Kecamatan Rinding Allo yang berjarak kurang lebih 60 Km dari Rantepao. Lokasi rafting lainnya di beberapa bagian Salu Sa’adan.

Rafting di Toraja
Paket rafting umumnya termasuk transportasi ke dan dari lokasi arung jeram, makan siang, camilan, buah-buahan, pemandu, porter, dan biaya parkir di lokasi arung jeram. Harga paket yang ditawarkan antara lain Rp 250.000 per orang untuk paket perjalanan 1 hari di Salu Mai’ting. Sedangakan di Salu Sa’adan yang ber-grade IV dan V harga paketnya Rp 1.400.000 per orang selama 3 hari. Operator arung jeram dapat dihubungi di kantornya di Kota Rantepao seperti Toranggo Buya, anak perusahaan Sobek Expedition, dan Indosella, atau melalui beberapa hotel berbintang, agen perjalanan, dan biro wisata di Toraja.

Bila Anda ingin mencoba dua kegiatan alam bebas yang menantang di atas, sebaiknya membeli paket atau menghubungi operator, pencinta alam atau pemanjat setempat yang sudah memahami kondisi lokasi masing-masing untuk mendapatkan informasi sekaligus sebagai pemandu.

Tebing di kedua sisi sungai.
Mau treking ke beberapa lokasi indah atau bersepeda gunung (mountain biking) juga jadi pilihan yang tak kala seru. Anda bisa ke desa wisata Batutumonga yang berada di lereng Gunung Sesean, Kecamatan Sesean Suloara. Dari lokasi ini, kita dapat menikmati panorama yang memesona berupa hamparan teras-teras sawah, perbukitan, hutan dan juga keseluruhan Rantepao, ibukota Kabupaten Toraja Utara (Torut) dari kejauhan.

Obyek ini dilengkapi beberapa rumah dan sebuah wisma yang dapat dijadikan sebagai tempat persinggahan atau akomodasi untuk menginap. Waktu terbaik ke obyek ini saat masa panen sekitar bulan Maret dan April atau ketika padi baru ditanam pada sekitar akhir bulan Juli dan Agustus karena menghadirkan keindahan alam yang indah serta aktivitas para petani yang menarik.

Air terjun bertingkat di sisi sungai saat rafting.
Batutumonga terletak sekitar 24 km dari Rantepao dan dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain Bemo dari Terminal Bolu, Rantepao. Atau naik ojek sepeda motor atau treking selama kurang lebih 4 jam.

Ke Tilangnga, Kecamatan Makale Utara, sekitar 12 km dari Rantepao. Di sana Anda bisa berenang di sebuah kolam alami yang airnya bersumber dari mata air yang sejuk dikelilingi oleh hutan bambu. Di kola mini ada belut-belut besar namun tidak berbahaya. Obyek ini ramai dikunjungi wisatwan pada akhir pekan atau hari libur. Tilangnga dapat dicapai dengan nain angkutan umum dari Terminal Bolu, Rantepao - Makale, dilanjutkan dengan ojek atau berjalan kaki.

Juga ke Makula’ di Kecamatan Sangalla' Selatan, sekitar 27 km dari Rantepao. Di tempat ini ada sumber mata air panas yang dialirkan ke tiga buah kolam. Kita dapat berendam atau berenang di tiga kolam air hangat tersebut yang konon airnya dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti rematik. Di obyek ini dua ada akomodasi untuk menginap dan restoran kecil untuk kebutuhan makan minum.

Kalau suka beragrowisata, Anda bisa ke Perkebunan Kopi Arabika dan Robusta Toarco Jaya di daerah Pedamaran, Desa Bokin, Kecamatan Rantebua, sekitar 14 Km dari Rantepao.


Panduan

Toraja dapat dicapai via darat dari Makassar dengan membawa mobil sendiri, mengendari motor secara berkelompok, atau backpacking dengan naik bis umum dari Terminal Daya, Makassar. Bisa juga menyewa mobil rental dan biro perjalanan berikut sopirnya yang sudah berpengalaman memandu wisatawan ke Toraja. Tarifnya sewa mobil jenis kijang Rp 350.000 per 12 jam, belum termasuk makan dan minum sopir termasuk tipsnya. Waktu tempuhnya lebih cepat sekitar 6-7 jam.

Tersedia bis non AC 3/4 dengan kapasitas 25-30 orang, tarifnya berkisar Rp 100.000 per orang. Waktu tempuhnya sekitar 8-9 jam. Sedangkan bis executive kapasitas hingga 40 orang, TV/video, AC, dan sandaran/penyangga kaki, tarifnya lebih dari itu.

Via udara dari Bandara Hasanuddin Makassar ke Bandara Pongtiku, Tator dilayani oleh maskapai Dirgantara Air Service (DAS) yang mengoperasikan pesawat jenis Casa 212 dengan kapasitas 24 orang.

Ada beberapa pilihan akomodasi di Toraja. Ada Sahid Toraja Hotel, Toraja Heritage, Toraja Prince, Hotel Indra I, Hotal Indra II, Wisma Bungin, dan Penginapan Makale. Hotel Indra I berada di Jl. Landorundun No 63 Rantepao, Torut. Tarif kamarnya mulai dari Rp 180.000 sudah termasuk sarapan. Di kamarnya terdapat TV dan Air Panas. Extra bed Rp 50.000.

Rumah makan juga sudah banyak, namun bagi muslim perlu waspada karena banyak restoran atau kedai yang menyajikan menu babi. Tapi tak perlu kuatir, ada beberapa rumah makan yang dikelola muslim dan menyajikan aneka menu halal seperti nasi goreng, capcay, dan lainnya.

Bila ingin menikmati makanan halal, datang saja ke Rumah Makan Hj. Idaman di Jalan Merdeka, Makale, tepatnya di sebelah Masjid Raya Makale yang berarsitektur tua. Atau rumah makan Padang dan Solo.

Cendera mata khas Toraja yang dapat dibeli untuk oleh-oleh antara lain bermacam kaos bertuliskan Toraja, aneka aksesoris, ukiran, dan kopi Toraja di Pasar Bolu, Ke’te Kesu’, dan sejumlah counter di hotel.

Waktu terbaik ke Toraja, saat penyelenggaraan acara Lovely December yang digelar Pemkab Toraja Utara dan Pemprov Sulsel pada November s/d Desember, dengan puncak acara pada 26 Desember. Pasalnya selama sebulan digelar sejumlah pentas seni-budaya, upacara adat, pameran kerajinan tangan & kuliner tradisional, lomba rafting, dan lainnya. Untungnya lagi, kita akan mendapat diskon inap 50 % di hotel-hotel setempat selama acara berlangsung.


Operator Rafting:
Indo'Sella' Eco Expedition
Jl. A. Mappanyuki No.113 Rantepao - Toraja
Telp. 62(0) 423 25210 / 23626
admin@sellatours.com / indosella2000@yahoo.com
www.sellatours.com


Naskah : Adji Kurniawan 
Foto : google

Gua Gua di Sulawesi Selatan

GUA VERTIKAL

Lubang Leang Pute
Gua Leang Pute merupakan gua vertikal yang terletak di Dusun Pattiro, Desa Labiaja, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Gua ini tersusun dari batu gamping dan merupakan bagian dari komplek karst Maros. Lebar mulut Gua Leang Pute 50-80 m, dan kedalaman 200-270 m.

Lubang Dinosaurus
Gua Dinosaurus terletak di Dusun Pattiro, Dusun Pattiro, Desa Labuaja, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Seperti halnya Gua Leang Pute, gua ini pun merupakan gua vertikal yang tersusun dari batu gamping. Lebar mulut Gua Dinosaurus berkisar antara 80-100 meter dengan kedalaman 150-180 meter. Lubang K20 Gua K20 terletak di Kappang, Km.57, Kabupaten Maros. Gua ini merupakan gua vertikal dengan lebar mulut gua berkisar antara 2 - 5 meter. Gua ini memiliki kedalaman 130-160 meter. Batuan gua ini adalah batu gamping sama halnya dengan gua-gua lain di Maros.

Lubang Tomanangna
Gua Tomanangna terletak di Dusun Langko,Kappang, Kabupaten Maros. Seperti halnya Gua Leang Pute, gua ini pun merupakan gua vertikal yang tersusun dari batu gamping. Lebar Mulut Gua : 30 - 50 m dan kedalaman Gua : 190 m

Lubang Kapa-kapasa
Gua Lubang Kapa-kapasa merupakan gua vertikal yang terletak di Dusun Kapa-kapasa, Kabupaten Maros. Lebar Mulut Gua berkisar antara 10 - 15 m dengan kedalaman gua : 210 m. Batuan yang menyusun gua ini adalah batu gamping sama halnya dengan gua-gua lain di Maros.

Lubang Lantang Huu
Gua Lubang Lantang Huu terletak di Leang Rakko, Kabupaten Maros. Lebar mulut gua berkisar antara 5 - 8 m dengan kedalaman gua 50 m. Batuan yang menyusun gua vertikal ini adalah batu gamping.

Lubang Baba’
Gua Baba’ merupakan gua vertikal yang terletak di Desa Pangia, Kec. Simbang, Kabupaten Maros. Lebar mulut gua berkisar antara 2 - 3 m dan kedalaman gua 40 m. Batuan yang menyusun gua ini adalah batu gamping sama halnya dengan gua-gua lain di Maros.

Gua Padaelok
Gua Padaelok terletak di Desa Pangia, Kec.Simbang, Kabupaten Maros. Seperti halnya Gua Leang Pute, gua ini pun merupakan gua vertikal yang tersusun dari batu gamping. Lebar mulut gua Padaelok berkisar antara 5 - 10 meter dengan kedalaman 54 meter.


GUA HORIZONTAL

Gua Patta
Gua Patta terletak di Leang Rakko, Desa Pangja, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Gua ini merupakan gua horizontal dengan panjang total 950 m. Gua yang tersusun dari batu gamping ini tergenang air yang bersumber dari dalam gua itu sendiri.

Gua Sammani
Gua Sammani merupakan gua horizontal yang terletak di Leang Rakko, Desa Pangja, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Panjang gua ini 400 m. Berbeda dengan Gua Patta, Gua Sammani merupakan gua batu gamping yang kering.

Gua Suleman
Gua Suleman terleetak di Dusun Pattunuang, Desa Samanggi Kec. Simbang. Panjang gua batu gamping ini sekitar 850 m. Kondisi Gua Suleman sedikit berair dan berlumpur. Untuk mencapai gua ini bisa digunakan angkutan dari Makasar-Patunuang Asue dengan waktu tempuh selama 3 jam.

Gua Saripa
Gua Saripa merupakan gua horizontal yang terletak di Dusun Ta’deang, Desa Semanggi, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Untuk mencapai gua ini dapat digunakan angkutan dari Makassar-T’deang dengan waktu tempuh 3 jam. Panjang Gua Saripa kurang lebih 1200 m. Gua batu gamping ini, sama halnya dengan Gua Suleman, sedikit berair dan berlumpur. Sumber air gua ini adalah Sungai Pattunnuang.

Gua Hamid
Gua Hamid terletak di Dusun Ta’deang, Desa Samanggi, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Untuk mencapai gua ini bisa digunakan angkutan trayek Makasar-Ta’deang dengan waktu tempuh selama 3 jam. Sama seperti Gua Patta, gua horizontal ini bersifat kering. Panjang Gua Hamid adalah 500 m. Sumber air gua gamping ini adalah Sungai Pattunnuang.

Gua Anjing
Gua Anjing merupakan gua gamping bersifat horizontal. Gua ini terletak di Dusun Ta’deang, Desa Samanggi, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Lumpur dan air gua berasal air dari Sungai Pattunnuang. Panjang Gua Anjing adalah 400 m.

Gua Saloaja
Gua Saloaja merupakan gua horizontal yang terletak di Dusun Pattunnuang, Desa Samanggi, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Gua ini merupakan gua gamping yang berair. Sumber air Gua Saloaja berasal dari Sungai Pattunnuang. Panjang gua ini sekitar 800 m.

Gua Kharisma
Gua Kharisma merupakan gua horizontal yang terletak di Dusun Kappang, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Gua ini dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan umum Makassar-Kappang dengan waktu tempuh 3,5 jam. Gua gamping ini kering dengan panjang 330 m. Sumber air untuk gua ini dari mata air di Km 58.

Gua Saleh
Gua Saleh merupakan gua gamping yang terletak di Desa Pangia, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Untuk mencapai gua ini, dari Makassar dapat digunakan kendaraan umum. Makassa-Pangja dapat ditempuh dalam waktu 3 jam. Gua ini merupakan gua kering yang memiliki panjang total 300 m.

Gua Pamelakang Tedong
Pamelakang Tedong memiliki arti “Tempat Pembuangan Kerbau”. Gua Pamelekang Tedong merupakan gua berair yang tersusun atas batu gamping. Gua dengan panjang 151,11 m terletak pada 25 dpl. Gua ini berada di Dusun Bellae, Desa Biraeng, Kecamatan Perwakilan Minasatene, Kabupaten Pangkep.

Gua Katalangang Erea I
Katalangang Erea I mempunyai arti “Tempat Yang Tegelam”. Gua Katalangang Erea I terletak di Dusun Bellae, Desa Biraeng, Kecamatan Perwakilan Minasatane, Kabupaten Pangkep. Gua gamping ini memiliki panjang total 188,01 m dengan kondisi gua yang berair. Gua Katalangang Erea I berada pada tebing yang berjarak 1,5 km dari jalan raya.

Gua Loko Tojolo
Gua Loko Tojolo berada di Dusun Buntu Kayan, Desa Sumilan, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang. Gua ini merupakan bagian dari kawasan karst Enrekang, terletak di dekat Gunung Buttu Kayan. Loko Tojolo berarti ‘Orang-Orang Dulu’

Gua Rabun
Gua Rabun terletak di Dusun Tangsa, Desa Benteng Alla, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang. Gua ini merupakan bagian dari kawasan karst Enrekang dengan gunung terdekat adalah Gunung Buttu Ala. Gua Rabun tersusun dari batu gamping dengan sedimen gua berupa tanah. Rabun mengandung arti ‘Kematian’.


 

KPLH TUNAS MUDA

Organisasi ini bersifat terbuka dan independen yang mengutamakan persaudaraan, kebersamaan, dan kebebasan dengan tidak memandang perbedaan suku, agama, ras dan tidak berorientasi politik.