image

Menjajal Tebing Cadas dan Jeram Toraja

Tari Pa'Randing
Toraja tersohor lantaran budaya khasnya, sebut saja rambu tuka’, rambu solo’, dan desa wisata dengan tongkonan-nya. Padahal, obyek alamnya pun menarik untuk dijelajahi. Ada deretan tebing batu cadas yang menantang dipanjat, jeram-jeram sungai yang seru diarungi, dan obyek petualangan lain yang bisa memacu adrenalin Anda.

Toraja, Sulawesi Selatan berada di dataran tinggi. Banyak perbukitan bertebing cadas yang bisa digunakan untuk memacu adrenalin dengan memanjat hingga puncaknya. Coba saja Anda panjati tebing di Gunung Tinoring, 8 Km dari Kota Makale atau 26 Km dari Rantepao, pasti dijamin mengasyikkan.

Tebing Sarira.
Lokasi panjat lainnya ada di Tebing Sarera, tingginya sekitar 125 meter. Berada di Desa Bua, Toraja. Dan tak jauh dari Toraja, ada Tebing Bambapuang yang sudah lebih dulu tersohor di kalangan pemanjat tebing. Lokasi tebing lomestonesetinggi 350 meter ini berada di Dusun Kotu, Desa Bambapuang, Kecamatan Anggereje, Kabupaten Enrekang, Selatan Toraja. Lokasi tebing Bambapuang bersebelahan dengan Gunung Nona dan Sungai Saddang.

Kalau Anda mau berarung jeram (rafting), ada dua salu (sungai) yang memiliki jeram-jeram yang selalu bergemuruh, yakni Salu Mai'ting di Desa Dende'-Piongan, Kecamatan Rinding Allo yang berjarak kurang lebih 60 Km dari Rantepao. Lokasi rafting lainnya di beberapa bagian Salu Sa’adan.

Rafting di Toraja
Paket rafting umumnya termasuk transportasi ke dan dari lokasi arung jeram, makan siang, camilan, buah-buahan, pemandu, porter, dan biaya parkir di lokasi arung jeram. Harga paket yang ditawarkan antara lain Rp 250.000 per orang untuk paket perjalanan 1 hari di Salu Mai’ting. Sedangakan di Salu Sa’adan yang ber-grade IV dan V harga paketnya Rp 1.400.000 per orang selama 3 hari. Operator arung jeram dapat dihubungi di kantornya di Kota Rantepao seperti Toranggo Buya, anak perusahaan Sobek Expedition, dan Indosella, atau melalui beberapa hotel berbintang, agen perjalanan, dan biro wisata di Toraja.

Bila Anda ingin mencoba dua kegiatan alam bebas yang menantang di atas, sebaiknya membeli paket atau menghubungi operator, pencinta alam atau pemanjat setempat yang sudah memahami kondisi lokasi masing-masing untuk mendapatkan informasi sekaligus sebagai pemandu.

Tebing di kedua sisi sungai.
Mau treking ke beberapa lokasi indah atau bersepeda gunung (mountain biking) juga jadi pilihan yang tak kala seru. Anda bisa ke desa wisata Batutumonga yang berada di lereng Gunung Sesean, Kecamatan Sesean Suloara. Dari lokasi ini, kita dapat menikmati panorama yang memesona berupa hamparan teras-teras sawah, perbukitan, hutan dan juga keseluruhan Rantepao, ibukota Kabupaten Toraja Utara (Torut) dari kejauhan.

Obyek ini dilengkapi beberapa rumah dan sebuah wisma yang dapat dijadikan sebagai tempat persinggahan atau akomodasi untuk menginap. Waktu terbaik ke obyek ini saat masa panen sekitar bulan Maret dan April atau ketika padi baru ditanam pada sekitar akhir bulan Juli dan Agustus karena menghadirkan keindahan alam yang indah serta aktivitas para petani yang menarik.

Air terjun bertingkat di sisi sungai saat rafting.
Batutumonga terletak sekitar 24 km dari Rantepao dan dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain Bemo dari Terminal Bolu, Rantepao. Atau naik ojek sepeda motor atau treking selama kurang lebih 4 jam.

Ke Tilangnga, Kecamatan Makale Utara, sekitar 12 km dari Rantepao. Di sana Anda bisa berenang di sebuah kolam alami yang airnya bersumber dari mata air yang sejuk dikelilingi oleh hutan bambu. Di kola mini ada belut-belut besar namun tidak berbahaya. Obyek ini ramai dikunjungi wisatwan pada akhir pekan atau hari libur. Tilangnga dapat dicapai dengan nain angkutan umum dari Terminal Bolu, Rantepao - Makale, dilanjutkan dengan ojek atau berjalan kaki.

Juga ke Makula’ di Kecamatan Sangalla' Selatan, sekitar 27 km dari Rantepao. Di tempat ini ada sumber mata air panas yang dialirkan ke tiga buah kolam. Kita dapat berendam atau berenang di tiga kolam air hangat tersebut yang konon airnya dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti rematik. Di obyek ini dua ada akomodasi untuk menginap dan restoran kecil untuk kebutuhan makan minum.

Kalau suka beragrowisata, Anda bisa ke Perkebunan Kopi Arabika dan Robusta Toarco Jaya di daerah Pedamaran, Desa Bokin, Kecamatan Rantebua, sekitar 14 Km dari Rantepao.


Panduan

Toraja dapat dicapai via darat dari Makassar dengan membawa mobil sendiri, mengendari motor secara berkelompok, atau backpacking dengan naik bis umum dari Terminal Daya, Makassar. Bisa juga menyewa mobil rental dan biro perjalanan berikut sopirnya yang sudah berpengalaman memandu wisatawan ke Toraja. Tarifnya sewa mobil jenis kijang Rp 350.000 per 12 jam, belum termasuk makan dan minum sopir termasuk tipsnya. Waktu tempuhnya lebih cepat sekitar 6-7 jam.

Tersedia bis non AC 3/4 dengan kapasitas 25-30 orang, tarifnya berkisar Rp 100.000 per orang. Waktu tempuhnya sekitar 8-9 jam. Sedangkan bis executive kapasitas hingga 40 orang, TV/video, AC, dan sandaran/penyangga kaki, tarifnya lebih dari itu.

Via udara dari Bandara Hasanuddin Makassar ke Bandara Pongtiku, Tator dilayani oleh maskapai Dirgantara Air Service (DAS) yang mengoperasikan pesawat jenis Casa 212 dengan kapasitas 24 orang.

Ada beberapa pilihan akomodasi di Toraja. Ada Sahid Toraja Hotel, Toraja Heritage, Toraja Prince, Hotel Indra I, Hotal Indra II, Wisma Bungin, dan Penginapan Makale. Hotel Indra I berada di Jl. Landorundun No 63 Rantepao, Torut. Tarif kamarnya mulai dari Rp 180.000 sudah termasuk sarapan. Di kamarnya terdapat TV dan Air Panas. Extra bed Rp 50.000.

Rumah makan juga sudah banyak, namun bagi muslim perlu waspada karena banyak restoran atau kedai yang menyajikan menu babi. Tapi tak perlu kuatir, ada beberapa rumah makan yang dikelola muslim dan menyajikan aneka menu halal seperti nasi goreng, capcay, dan lainnya.

Bila ingin menikmati makanan halal, datang saja ke Rumah Makan Hj. Idaman di Jalan Merdeka, Makale, tepatnya di sebelah Masjid Raya Makale yang berarsitektur tua. Atau rumah makan Padang dan Solo.

Cendera mata khas Toraja yang dapat dibeli untuk oleh-oleh antara lain bermacam kaos bertuliskan Toraja, aneka aksesoris, ukiran, dan kopi Toraja di Pasar Bolu, Ke’te Kesu’, dan sejumlah counter di hotel.

Waktu terbaik ke Toraja, saat penyelenggaraan acara Lovely December yang digelar Pemkab Toraja Utara dan Pemprov Sulsel pada November s/d Desember, dengan puncak acara pada 26 Desember. Pasalnya selama sebulan digelar sejumlah pentas seni-budaya, upacara adat, pameran kerajinan tangan & kuliner tradisional, lomba rafting, dan lainnya. Untungnya lagi, kita akan mendapat diskon inap 50 % di hotel-hotel setempat selama acara berlangsung.


Operator Rafting:
Indo'Sella' Eco Expedition
Jl. A. Mappanyuki No.113 Rantepao - Toraja
Telp. 62(0) 423 25210 / 23626
admin@sellatours.com / indosella2000@yahoo.com
www.sellatours.com


Naskah : Adji Kurniawan 
Foto : google

Gua Gua di Sulawesi Selatan

GUA VERTIKAL

Lubang Leang Pute
Gua Leang Pute merupakan gua vertikal yang terletak di Dusun Pattiro, Desa Labiaja, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Gua ini tersusun dari batu gamping dan merupakan bagian dari komplek karst Maros. Lebar mulut Gua Leang Pute 50-80 m, dan kedalaman 200-270 m.

Lubang Dinosaurus
Gua Dinosaurus terletak di Dusun Pattiro, Dusun Pattiro, Desa Labuaja, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Seperti halnya Gua Leang Pute, gua ini pun merupakan gua vertikal yang tersusun dari batu gamping. Lebar mulut Gua Dinosaurus berkisar antara 80-100 meter dengan kedalaman 150-180 meter. Lubang K20 Gua K20 terletak di Kappang, Km.57, Kabupaten Maros. Gua ini merupakan gua vertikal dengan lebar mulut gua berkisar antara 2 - 5 meter. Gua ini memiliki kedalaman 130-160 meter. Batuan gua ini adalah batu gamping sama halnya dengan gua-gua lain di Maros.

Lubang Tomanangna
Gua Tomanangna terletak di Dusun Langko,Kappang, Kabupaten Maros. Seperti halnya Gua Leang Pute, gua ini pun merupakan gua vertikal yang tersusun dari batu gamping. Lebar Mulut Gua : 30 - 50 m dan kedalaman Gua : 190 m

Lubang Kapa-kapasa
Gua Lubang Kapa-kapasa merupakan gua vertikal yang terletak di Dusun Kapa-kapasa, Kabupaten Maros. Lebar Mulut Gua berkisar antara 10 - 15 m dengan kedalaman gua : 210 m. Batuan yang menyusun gua ini adalah batu gamping sama halnya dengan gua-gua lain di Maros.

Lubang Lantang Huu
Gua Lubang Lantang Huu terletak di Leang Rakko, Kabupaten Maros. Lebar mulut gua berkisar antara 5 - 8 m dengan kedalaman gua 50 m. Batuan yang menyusun gua vertikal ini adalah batu gamping.

Lubang Baba’
Gua Baba’ merupakan gua vertikal yang terletak di Desa Pangia, Kec. Simbang, Kabupaten Maros. Lebar mulut gua berkisar antara 2 - 3 m dan kedalaman gua 40 m. Batuan yang menyusun gua ini adalah batu gamping sama halnya dengan gua-gua lain di Maros.

Gua Padaelok
Gua Padaelok terletak di Desa Pangia, Kec.Simbang, Kabupaten Maros. Seperti halnya Gua Leang Pute, gua ini pun merupakan gua vertikal yang tersusun dari batu gamping. Lebar mulut gua Padaelok berkisar antara 5 - 10 meter dengan kedalaman 54 meter.


GUA HORIZONTAL

Gua Patta
Gua Patta terletak di Leang Rakko, Desa Pangja, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Gua ini merupakan gua horizontal dengan panjang total 950 m. Gua yang tersusun dari batu gamping ini tergenang air yang bersumber dari dalam gua itu sendiri.

Gua Sammani
Gua Sammani merupakan gua horizontal yang terletak di Leang Rakko, Desa Pangja, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Panjang gua ini 400 m. Berbeda dengan Gua Patta, Gua Sammani merupakan gua batu gamping yang kering.

Gua Suleman
Gua Suleman terleetak di Dusun Pattunuang, Desa Samanggi Kec. Simbang. Panjang gua batu gamping ini sekitar 850 m. Kondisi Gua Suleman sedikit berair dan berlumpur. Untuk mencapai gua ini bisa digunakan angkutan dari Makasar-Patunuang Asue dengan waktu tempuh selama 3 jam.

Gua Saripa
Gua Saripa merupakan gua horizontal yang terletak di Dusun Ta’deang, Desa Semanggi, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Untuk mencapai gua ini dapat digunakan angkutan dari Makassar-T’deang dengan waktu tempuh 3 jam. Panjang Gua Saripa kurang lebih 1200 m. Gua batu gamping ini, sama halnya dengan Gua Suleman, sedikit berair dan berlumpur. Sumber air gua ini adalah Sungai Pattunnuang.

Gua Hamid
Gua Hamid terletak di Dusun Ta’deang, Desa Samanggi, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Untuk mencapai gua ini bisa digunakan angkutan trayek Makasar-Ta’deang dengan waktu tempuh selama 3 jam. Sama seperti Gua Patta, gua horizontal ini bersifat kering. Panjang Gua Hamid adalah 500 m. Sumber air gua gamping ini adalah Sungai Pattunnuang.

Gua Anjing
Gua Anjing merupakan gua gamping bersifat horizontal. Gua ini terletak di Dusun Ta’deang, Desa Samanggi, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Lumpur dan air gua berasal air dari Sungai Pattunnuang. Panjang Gua Anjing adalah 400 m.

Gua Saloaja
Gua Saloaja merupakan gua horizontal yang terletak di Dusun Pattunnuang, Desa Samanggi, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Gua ini merupakan gua gamping yang berair. Sumber air Gua Saloaja berasal dari Sungai Pattunnuang. Panjang gua ini sekitar 800 m.

Gua Kharisma
Gua Kharisma merupakan gua horizontal yang terletak di Dusun Kappang, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Gua ini dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan umum Makassar-Kappang dengan waktu tempuh 3,5 jam. Gua gamping ini kering dengan panjang 330 m. Sumber air untuk gua ini dari mata air di Km 58.

Gua Saleh
Gua Saleh merupakan gua gamping yang terletak di Desa Pangia, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Untuk mencapai gua ini, dari Makassar dapat digunakan kendaraan umum. Makassa-Pangja dapat ditempuh dalam waktu 3 jam. Gua ini merupakan gua kering yang memiliki panjang total 300 m.

Gua Pamelakang Tedong
Pamelakang Tedong memiliki arti “Tempat Pembuangan Kerbau”. Gua Pamelekang Tedong merupakan gua berair yang tersusun atas batu gamping. Gua dengan panjang 151,11 m terletak pada 25 dpl. Gua ini berada di Dusun Bellae, Desa Biraeng, Kecamatan Perwakilan Minasatene, Kabupaten Pangkep.

Gua Katalangang Erea I
Katalangang Erea I mempunyai arti “Tempat Yang Tegelam”. Gua Katalangang Erea I terletak di Dusun Bellae, Desa Biraeng, Kecamatan Perwakilan Minasatane, Kabupaten Pangkep. Gua gamping ini memiliki panjang total 188,01 m dengan kondisi gua yang berair. Gua Katalangang Erea I berada pada tebing yang berjarak 1,5 km dari jalan raya.

Gua Loko Tojolo
Gua Loko Tojolo berada di Dusun Buntu Kayan, Desa Sumilan, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang. Gua ini merupakan bagian dari kawasan karst Enrekang, terletak di dekat Gunung Buttu Kayan. Loko Tojolo berarti ‘Orang-Orang Dulu’

Gua Rabun
Gua Rabun terletak di Dusun Tangsa, Desa Benteng Alla, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang. Gua ini merupakan bagian dari kawasan karst Enrekang dengan gunung terdekat adalah Gunung Buttu Ala. Gua Rabun tersusun dari batu gamping dengan sedimen gua berupa tanah. Rabun mengandung arti ‘Kematian’.


SURVIVAL

Mengapa Ada Survival ?
Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain : Keadaan alam (cuaca dan medan), Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan), Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan), Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri.

 


Definisi Survival
Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam
S : Sadar dalam keadaan gawat darurat
U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah
R : Rasa takut dan putus asa hilangkan
V : Vitalitas tingkatkan
I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya
V : Variasi alam bisa dimanfaatkan
A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya
L : Lancar, slaman, slumun, slamet

KODE ETIK PENCINTA ALAM


KODE ETIK PECINTA ALAM
Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
Pecinta Alam Indonesia adalah bagian dari masyarakat Indonesia, sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, Bangsa, dan Tanah Air
Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa Pecinta Alam adalah sebagian dari makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah Yang Maha Kuasa
Sesuai dengan hakekat diatas, kami dengan kesadaran menyatakan :
1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya.
3. Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah air.
4. Menghormati Tata Kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya.
5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara Pecinta Alam sesuai dengan Azas Pecinta Alam.
6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan Tanah air.
7. Selesai.

PELESTARIAN HUTAN

Hutan adalah suatu wilayah luas yang ditumbuhi pepohonan, termasuk juga tanaman kecil lainnya seperti, lumut, semak belukar, dan bunga liar. Ditambah dengan beberapa jenis burung, serangga, dan binatang lainnya yang menghuni hutan tersebut. 

Berjuta - juta makhluk hidup yang hanya dapat dilihat dibawah microskop juga menghuni hutan. Iklim, kesuburan tanah, dan air menentukan jenis-jenis tumbuhan dan binatang yang dapat hidup di dalam hutan tersebut. Mahkluk hidup dengan alam sekitar bersama- sama membentuk ekosistem. Suatu ekosistem terdiri dari mahkluk hidup dan benda mati dalam suatu wilayah tertentu yang saling berhubungan satu sama lain. 

Ekosistem hutan adalah sangat kompleks, pohon-pohon dan tanaman hijau lainnya membutuhkan sinar matahari untuk memproses makanan yang diambil dari udara, air dan mineral dari dalam tanah. Tanaman memberi makan pada beberapa binatang tertentu. Binatang pemakan tumbuhan ini dimakan oleh binatang pemangsa daging. 

Tanaman dan binatang yang mati diurai oleh bakteri dan organisme lainnya seperti protosoa dan jamur. Proses ini mengembalikan mineral ke dalam tanah, yang dapat digunakan lagi oleh tumbuhan untuk ber-fotosintesis. Meskipun berbagai mahkluk hidup secara sendiri-sendiri telah mati, hutan itu sendiri tetap hidup. Jika hutan dikelola secara bijaksana dapat menghasilkan kayu dan berbagai hasil hutan lainnya secara kontinyu. 

 Sebelum orang membuka hutan untuk pertanian dan perkotaan, 60 persen daratan adalah berupa hutan. Namun kini hanya tinggal sekitar 30 persen daratan yang masih tertutup hutan. Hutan di satu tempat berbeda dengan tempat lainnya. Manfaat Hutan Hutan sangat penting bagi kehidupan manusia. 

Manusia jaman dahulu mencari makan dengan cara berburu dan mengumpulkan tanaman liar di hutan. Beberapa orang masih tinggal dan hidup di dalam hutan, menjadi bagian alami dari hutan. Meskipun manusia telah membangun pemukiman pedesaan atau perkotaan tetapi masih sering memasuki hutan untuk berburu atau mencari kayu. 

Sekarang ini orang lebih memperhatikan hutan dibanding sebelumnya terutama karena faktor : manfaat ekonomi, manfaat bagi lingkungan, dan manfaat hiburan. Manfaat ekonomi Hutan menghasilkan beberapa produk. Kayu gelondongan dapat diolah menjadi kayu, kayu lapis, bantalan kereta api, papan, kertas. Rotan dapat digunakan untuk furniture. Hutan dapat juga menghasilkan minyak dan berbagai produk lainnya, latex dapat digunakan untuk membuat karet, terpentin, berbagai jenis lemak, getah, minyak, dan lilin. 

Bagi masyarakat pedalaman binatang dan tanaman hutan menjadi sumber makanan pokok mereka. Tidak seperti sumber alam lainnya misal batubara, minyak, dan tambang mineral, sumber alam yang berasal dari hutan dapat tumbuh kembali, sejauh manusia dapat memperhitungkan pengelolaannya. 

Manfaat lingkungan Hutan membantu konservasi dan memperbaiki lingkungan hidup dalam berbagai bentuk. Misalnya hutan membantu menahan air hujan, sehingga mencegah tanah longsor dan banjir, air hujan diserap menjadi air tanah yang muncul menjadi mata air bersih yang mengalir membentuk sungai, danau, dan untuk air sumur. 

Tumbuhan hijau membantu memperbaiki lapisan atmosfir menghasilkan oksigen yang sangat diperlukan oleh mahkluk hidup dan mengambil karbon dioksida dari udara. Jika tumbuhan hijau tidak menghasilkan oksigen lagi, maka hampir semua kehidupan akan berhenti. Jika karbon dioksida bertambah banyak di atmosfer hal ini dapat merubah iklim di bumi secara drastis. Hutan menjadi tempat tinggal beberapa jenis tanaman dan binatang tertentu yang tidak bisa hidup di tempat lainnya. 

Tanpa hutan berbagai tumbuhan dan hewan langka akan musnah. Manfaat hiburan Keindahan alam dan kedamaian di dalam hutan dapat menjadi hiburan yang sangat luar biasa dan langka. Mengamati burung atau hewan langka menjadi kegiatan yang sangat menarik. Beberapa hutan dapat dimanfaatkan untuk berkemah, hiking dan berburu. 

Banyak juga yang hanya menikmati suasana dan bersantai di keheningan yang menyertai keindahan alam. Tipe Hutan Pegunungan Hutan pegungan dibagi menjadi empat tipe: 
1. Hutan dataran rendah pada ketinggian 0 - 1.200m 
2. Hutan pegunungan bawah pada ketinggian 1.200 - 1.800m 
3. Hutan pegunungan atas pada ketinggian 1.800 - 3.000m 
4. Hutan subalpin pada ketinggian di atas 3.000m 

 Sumber : Berbagai Sumber (Ist.)

Arti Konservasi Sumber Daya Alam

Apa itu Konservasi merupakan sebuah pertanyaan yang biasanya banyak menimbulkan perntanyaan kembali. Hal ini disebabkan adanya beberapa reverensi mengenai Koservasi itu sendiri. Makna Konservasi secara umum adalah Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup dengan memperhatikan manfaat yang diperoleh pada saat melakukan Konservasi tersebut serta mempertahankan setiap bagian lingkungan untuk pemanfaatan di masa depan.

Konservasi adalah upaya yang dilakukan manusia untuk melestarikan atau melindungi alam. Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, (Inggris) Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan.

Sedangkan menurut ilmu lingkungan, Konservasi adalah : Upaya efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya.

Upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam (fisik) Pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang reaksi kiamia atau transformasi fisik.

Upaya suaka dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan. Suatu keyakinan bahwa habitat alami dari suatu wilayah dapat dikelola, sementara keaneka-ragaman genetik dari spesies dapat berlangsung dengan mempertahankan lingkungan alaminya.

Di Indonesia, berdasarkan peraturan perundang-undangan, Konservasi [sumber daya alam hayati] adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Cagar alam dan suaka margasatwa merupakan Kawasan Suaka Alam (KSA), sementara taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam merupakan Kawasan Pelestarian Alam (KPA).

Cagar alam karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tunbuhan, satwa, atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Suaka margasatwa mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwanya.

Taman nasional mempunyai ekosistem asli yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Taman hutan raya untuk tujuan koleksi tumbuhan dan satwa yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi. Taman wisata alam dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam.

Konservasi Sumber Daya Alam Menurut UU. 4 Tahun 1982 adalah Pengelolahan Sumber Daya Alam yang menjamin pemanfaatan secara bijaksana sesuai dengan apa yang ditetapkan demi kesinambungan untuk persedian sumber daya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragaman.


Sesuai penjelasan tentang Apa itu Konservasi tersebut diatas, makan dapat disimpulan bahwa Konservasi ditujukan agar :
> Tercapainya keselarasan hubungan antara manusia dengan lingkungannya.
> Terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana.
> Terwujudnya manusia indonesia dengan pembina lingkungan hidup
> Terlaksannya pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan akan datang.
> Terlindungnya negara terhadap dampak  negatif dari kegiatan  di luar wilayah  negara yang menyebkan kerusakan dan pencemaran ekosistem lingkungan.

Tujuan dari pada Konservasi tersebut  akan menimbulkan  manfaat yang tentunya bukan mustahil untuk terjadi,jika dilakukan dengan benar dan sesuai kesepakatan dari tujuan Konservasi itu sendiri. beberapa manfaat itu diantarnya :

> Terjanganya kondisi alam dan lingkungan
> Terhidarnya dari Bencana alam akibat perubahan alam.
> Terhidarnya makhluk hidup dari kepunahan.
> Mampu mewujudkan keseimbangan lingkungan baik makro maupun mikro
> Mampu memberikan konstribusi terhadap ilmu pengetahuan.
> Untuk mencapai manfaat-manfaat dari Konservasi tersebut, tentunya di butuhkan cara untuk melakukannya, adapun beberapa cara yang seharunya dan sangat perlu untuk dilakukan dan wilayah pengaplisasian objek pembangunan Konservasi tersebut, diantarnya :
> Pelestarian dalam Hutan (Insitu) : Hutang Lindung, kawasan lindung, kawasan suaka alam, kawasan pelestarian lingkungan.
> Pelestarian diluar Huntan ( Eksitu) : Kawasan koservasi laut, kawasan hutan lindung luar hutan, tempat penagkaran (Taman Safari/Kebun Binatang).
> Pengaplisasian Objek  Konservasi Sumber Daya Alam  juga diperlukan beberapa upaya, dengan melakukan berbagai kegiatan, misalnya :
> Perlindungan Sistem Penyangga Kehidupan.
> Pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan-tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya
> Pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan Ekosistemnya.

Konflik
Di ekosistem hutan, biasanya konflik konservasi muncul antara satwa endemik dan pengusaha HPH (Hak Pengusahaan Hutan). Karena habitatnya menciut dan kesulitan mencari sumber makanan, akhirnya satwa tersebut keluar dari habitatnya dan menyerang manusia. 

Konflik konservasi muncul karena:
1. Penciutan lahan & kekurangan SDA (Sumber Daya Alam)
2. Pertumbuhan jumlah penduduk meningkat dan permintaan pada SDA meningkat (sebagai contoh, penduduk Amerika butuh 11 Ha lahan per orang, jika secara alami)
3. SDA diekstrak berlebihan (over exploitation) menggeser keseimbangan alami.
4. Masuknya/introduksi jenis luar yang invasif, baik flora maupun fauna, sehingga mengganggu atau merusak keseimbangan alami yang ada.

Kemudian, konflik semakin parah jika :
1. SDA berhadapan dengan batas batas politik (mis: daerah resapan dikonversi utk HTI, HPH (kepentingan politik ekonomi)
2. Pemerintah dengan kebijakan tata ruang (program jangka panjang) yang tidak berpihak pada prinsip pelestarian SDA dan lingkungan.
3. Perambahan dengan latar kepentingan politik untuk mendapatkan dukungan suara dari kelompok tertentu dan juga sebagai sumber keuangan ilegal.

Kawasan konservasi mempunyai karakteristik sebagaimana berikut:
1. Karakteristik, keaslian atau keunikan ekosistem (hutan hujan tropis/'tropical rain forest' yang meliputi pegunungan, dataran rendah, rawa gambut, pantai)
2. Habitat penting/ruang hidup bagi satu atau beberapa spesies (flora dan fauna) khusus: endemik (hanya terdapat di suatu tempat di seluruh muka bumi), langka, atau terancam punah (seperti harimau, orangutan, badak, gajah, beberapa jenis burung seperti elang garuda/elang jawa, serta beberapa jenis tumbuhan seperti ramin). Jenis-jenis ini biasanya dilindungi oleh peraturan perundang-undangan.
3. Tempat yang memiliki keanekaragaman plasma nutfah alami.
4. Lansekap (bentang alam) atau ciri geofisik yang bernilai estetik/scientik.
5. Fungsi perlindungan hidro-orologi: tanah, air, dan iklim global.
6. Pengusahaan wisata alam yang alami (danau, pantai, keberadaan satwa liar yang menarik).


Kebijakan
Di Indonesia, kebijakan konservasi diatur ketentuannya dalam UU 5/90 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. UU ini memiliki beberpa turunan Peraturan Pemerintah (PP), diantaranya:
1. PP 68/1998 terkait pengelolaan Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA)
2. PP 7/1999 terkait pengawetan/perlindungan tumbuhan dan satwa
3. PP 8/1999 terkait pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar/TSL
4. PP 36/2010 terkait pengusahaan pariwisata alam di suaka margasatwa (SM), taman nasional (TN), taman hutan raya (Tahura) dan taman wisata alam (TWA).

Berbagai Sumber
 

KPLH TUNAS MUDA

Organisasi ini bersifat terbuka dan independen yang mengutamakan persaudaraan, kebersamaan, dan kebebasan dengan tidak memandang perbedaan suku, agama, ras dan tidak berorientasi politik.